Kamis, 12 Oktober 2017

MELAHIRKAN DENGAN BPJS

Agak flashback jauh ya moms,, melahirkan sudah hampir 9 bulan yang lalu dari sekarang, tau-tau mau berbagi cerita tentang saat itu karena dengar temen abis melahirkan dengan cara Caesar (wuihh rasanya, yang ngerasain pasti taulah yaa). 

Logo BPJS
 
Punya BPJS pas menginjak usia kehamilan di bulan ke tiga, BPJS dari kantornya mas bro yang baru mulai ada saat itu. Padahal ya pas masuk bulan ke-2 kehamilan aku sempet masuk rumah sakit, karena mabok parah, tapi belum punya BPJS, alhasil pakai dana pribadi,  yang ini ga dirembes kantor ku juga deh, jadi pakai uang tabungan hikz.. hikz..  waktu itu, abis masuk UGD terus  dirawat 3 hari 2 malam di kelas 3, pulang pas sore malam takbir, besoknya lebaran euy,, and you know abis berapa?  kurleb 3jtan, ohhh ngumpulinnya susah padahal. Ikhlas.. rejeki in shaa Allah ada terus. 

Akhirnya punya BPJS juga dari kantornya mas bro, baru 2 bulan punya eh aku masuk rumah sakit lagi donk ya, karena hal yang sama mabok parah, kali ini perawatan lebih komplit. Habis masuk UGD terus masuk ruang perawatan, kelas 2 sesuai dengan BPJSnya, 5 hari 5 malam, plus tranfusi darah 2 kantong dan USG (ini suamiku yang minta). Kali ini habis berapa ? kurleb 100rb sajah, karena biaya USG yang ga dicover karena keinginan sendiri. Dan vitamin yang direkomendasiin Dokter Kandungan dibeli di apotik luar Rumah Sakit. Emang rezeki ga akan kemana kan, hihi. 

Dan memasuki bulan ke-8 kehamilan, si bayi masih dalam posisi sungsang, saat itu masih berharap bisa lahir normal, tapi juga mempersiapkan kalau harus Caesar. Cari info untuk melahirkan dengan Caesar pakai BPJS.  Untuk prosedur persalinan Caesar harus ada indikasi medis seperti sungsang, gawat janin atau ketuban pecah dini dan lainnya. Periksa kehamilan di bidan atau faskes 1 ( ini yang ga aku lakuin, aku periksa dibidan deket rumah ), surat rujukan dari faskes 1, fotocopy ktp , kk dan kartu BPJS. 

Nah diakhir bulan ke-8 kehamilan, mulai deh mempersiapkan BPJS, karena posisi bayi yang ga berubah. Datanglah mas bro ke faskes 1, bawa buku periksa kehamilan dan hasil USG (buku pink itu loh). Dari faskes 1, ternyata saat itu mereka pakai bidan yang praktek sendiri yang ga ada di klinik tersebut. Di lihat buku pink tersebut, ternyata aku ga pernah periksa di bidan X (bidan yang ditunjuk faskes 1), mba CS klinik menyarankan aku kebidan X dulu. Yasudah akhirnya untuk kontrol selanjutnya (sekarang sudah 2 minggu sekali kontronya) aku memutuskan untuk kontrol dibidan X tersebut. 

Buku Periksa Kehamilan
 
Dan tibalah saat kontrol, sampai disana aku cerita sama bidan X tentang posisi bayi ku, dia liat buku pink aku, dan apa yang terjadi? Dia ga mau periksa aku, karena dari awal aku ga periksa di dia, dia bilang juga nanti ga enak sama bidan tempat aku periksa, karena mereka saling kenal. Nah loh… Daripada ga periksa, besoknya aku balik ke bidan ku untuk periksa. 
 
Ga lama sesudah itu, aku dan mas bro ke klinik faskes 1 lagi, untuk nanya dan USG disana, dan OMG hasil USG nya HPL ( Hari Perkiraan Lahirnya ) mundur 1 bulan dari HPL selama ini. Kaget bukan maen, jadilah si Faskes 1 ini tetep ga mau kasih surat rujukannya. Dan suruh aku balik lagi ke bidan X. Besoknya sepulang kerja suamiku balik lagi ke bidan X (kondisi kandungan ku 36 minggu saat itu). Dan kalian tau apa, bidan X bersedia membantu asalkan ada dana untuk booking tempat katanya, sekitar 3jt. Suamiku pulang ke rumah, jemput aku untuk ke bidan X, aku dan suami sampai di bidan X, dia menyanggupi membatu pakai BPJS asal ya itu tadi. Kali ini dia ramah banget, dan aku diperiksa, ternyata memang benar posisi si bayi sungsang. Dan dia bilang, ada tempat kosong malam ini di RS dan mungkin rejekinya si dede bayi katanya. Jadi bisa melahirkan malam ini juga. WHAT???? 

Kesel + Sebel bukan main sama mas bro alias suami ku itu, karena jawaban dia iya iya aja. 36 minggu, bayi ku mau dilahirin, apa dia ga mikir resikonya. Aku otomatis nolak lah, alasan ku waktu itu belum siap. Belum siap semuanya. Dan jawaban bu bidan X itu, Cuma siapin kain panjang aja kok, popok atau keperluan bayi bisa dibeli di toko depan RS. Ahhh… rasanya saat itu, pengen triak semua printilan bayi sudah siap, sudah di cuci, sudah di sterika. Huhhh… Tetap aku bilang “ENGGAK” hari ini aku ga mau lahiran. Akhirnya dia ngasih aku waktu 2 hari untuk berfikir, dan dia ngasih nomer hp nya, nanti kalau sudah 2 hari itu telfon dia, untuk mastiin tanggalnya. Aku ceritain semua sama ibu ku dan keluarga besarku. Dan aku putusin, aku ga mau balik ke bidan X itu. Biarlah aku melahirkan tanpa biaya BPJS.

Jadwal kontrol di minggu ke 37, aku bilang sama bidan ku, mau paket melahirkan yang dari dia aja. Tapi dia malah bilang pakai BPJS, kan punya, kenapa ga dipakai. Akhirnya aku ceritain aja semuanya. Dia sampai terheran-heran, dan dia mau bantu kalau ga dapet juga, nanti dia yang urusin surat rujukan dari puskesmas tempat dia praktek, dan ini tanpa embel-embel uang trimakasih alias GRATIS. Dia kasih lagi surat untuk ketemu DSOG ku, untuk mastiin tanggal. Beberapa hari kemudian aku ke RS untuk USG, dan dokter bilang posisi ga berubah tetap SUNGSANG. Aku minta tulis di buku pink kalau aku harus operasi. Karena masih penasaran, pulang dari RS, aku dan ibu ku ke klinik faskes 1. Aku tunjukin hasil atau tulisan dari DSOG ku yangmengharuskan operasi. Tapi mba CS ini masih kekeuh aku harus nunggu sampai HPL yang berdasarkan USG di faskes 1. Coba aja mba itung dari tanggal aku pertama periksa, akhirnya dikasih jugalah itu surat rujukan. Ternyata tanda tangan bidan X itu sudah tersimpan dikomputer faskes 1, jadi tinggal print aja gitu tanpa harus ada bidan X nya. Dari faskes 1, aku dan ibu ku langsung ke bidan tempat ku periksa, ngasih tau bu bidan kalau aku sudah dapet surat rujukan, dan dia rekomen tanggal untuk melahirkan. 

Berbekal surat rujukan, pas hari sabtu suami ku libur ngantor, dia ke RS untuk pesen kamar, dan ketemu DSOG ku, dan DSOG ku memutuskan hari senin operasinya. Kalau masalah perlengkapan in shaa Allah semua sudah siap, mental dan doa, itu yang harus dikuatkan. Karena aku belum pernah masuk ke ruang operasi. Takut? Iya, tapi keluarga besar bilang, udah ga usah dipikirin, tenang aja. Oia hari minggunya aku mesti cek darah, di lab RS. Padahal udah dapet rujukannya, eh tapi mas bro salah daftar, seharusnya daftar di loket BPJS, dia malah daftar di loket umum, alhasil kena bayar deh. Kurleb 200rb deh kalau ga salah inget. 

Senin pun tiba, pagi-pagi dari rumah, naik mobil dianter bapak ,ibu, bude dan pakde, mas bro naik motor. Sampai di RS mas bro daftar lagi, di loket BPJS, dapat no kamar, sandal dan perlengkapan mandi. Naik ke atas, ditawari mau diantar ga (pakai kursi roda). Aku nolak, ga usah mba, jalan aja. Sampai atas, mas bro kasihlah surat2 dari bagian administrasi ke perawat yang jaga, terus aku dipanggil, disuruh pipis or pup, tapi cuma bisa pipis aja. Terus ganti baju operasi, semua yang ada di badan di lepas, kalung,cincni dan anting, karena anting ini udah lama banget jadi susah dilepasnya. Hasilnya dilepas sama petugas operasinya pakai tang kecil. 

Nunggu giliran, lumayan lama ya. Pas giliran itu datang, semua  yang nganter bilang santai aja ya, ga usah mikirin apa-apa.  Masuk ruang operasi, diajakain ngobrol santai siy sama perawat dan petugasnya, dokter2nya pun baik dan ramah. Disuntik anastesi sambil bungkuk, sebelumnya di semprot cariran apa gitu, rasanya digin. Abis itu seprauh badan bagian bawah kebal dan ga bisa diapa-apain. Operasi pun dimulai, berbagai alat di tempel dibadan dan jari untuk monitor kondisi (entah apalah namanya). Salah seorang petugas menyuruh tidur, tapi aku ga bisa tidur, denger suara darah yang disedot, suara alat yang di taruh di tempat alumunium bergantian. Dan tangis si bayi pun kedengeran pukul 09.45 pagi, lega, dibawa sama dokter anak, dan aku langsung nanya “ lengkap ga dok?” (pertanyaan apa itu) Alhamduliilah lengkap, beratnya 2850gr panjang 48cm, perempuan. Langsung IMD, ga sampai 1 menit aku rasa, dede bayi pun dibawa untuk dibersihkan. 

Selesai urusan jahit menjahit perut, aku dibawa ke ruang  observasi, bergantian yang nganter datang 1 per 1, sedih mau nangis (udah nangis deh).  Si dede bayi, di ruang observasi bayi dan sudah di azankan oleh ayahnya. Terus aku dipindah ke ruang perawatan. Dikasih  makan dan minum, obat bius perlahan mulai hilang. Si bayi baru dibawa keruangan ku sore hari, sekitar jam 4. Saat itu aku dan mas bro, bingung gimana ngambilnya karena saat itu kami hanya berdua, akhirnya minta bantuan suster. Habis magrib keluarga ku datang lagi. Liat si bayi kecil. Malam pun tiba, efek obat bius pun hilang, rasa sakit yang ga bisa ditahan, nangis, mas bro bolak balik panggil suster. Minta obat tapi ga dikasih, sampai aku bener-bener ga kuat. Aku minta obat sama suster, “ besok pagi ibu ga dapat jatah obat lagi ya” kata susternya. Pikir ku sabodolah, yang penting sakitnya sekarang berkurang. Ehtapi besok paginya tetep dapet obat yang sama, pereda rasa sakit (entah namanya apa). 

Sesuai dengan BPJS, aku dirawat di kelas 2, kalau dari pelayanan sama aja, semua suster ramah, bersih, tapi kalau di kelas 3 isinya 3 orang, kalau kelas 2 isinya 2 orang. Ini siy kebijakan masing-masing RS ya. Aku dirawat 3 hari 2 malam di RS. Hari ke 2, mas bro minta surat keterangan lahir, terus ngurus ke kantor BPJS untuk ngurus BPJS bayi, harusnya siy HRD yang ngurusi, tapi mungkin lagi sibuk, jadi mas bro sendiri yang ngurus. Selesai dalam 1 hari, terus setor ke RS. Teman sekamarku juga pakai BPJS tapi mandiri bukan yang dari perusahaan, tapi bayi nya baru difatarin BPJS, sedangkan BPJS baru aktif 14 hari setelah daftar. Jadi bayi mereka ga di cover BPJS. Hari terakhir pas mau pulang, mas bro ngurus administrasi lagi, dan free alis GRATIS, (Cuma bayar obat yang ga di cover siy, sekitar 50rb). Dede bayi pun GRATIS. Kalau teman sekamar ku, dia juga GRATIS ibunya (bayar obat juga yang sama kaya aku) dan si bayi kena sekitar 1jutaan. Gapapalah ya. Coba kalau semua bayar, mungkin bisa kena 10jutaan kali ya. Ga dapet rinciannya siy. Alhamdulillah rezeki lagi. 

Aku dan dede bayi dapet jatah 1 kali kontrol. Seminggu kemudian aku kontrol ke DSOG ku, buka perban dan liat jahitan, bagus dia bilang. Dan ga ditutup lagi.  OMG ngeri lah.. Dan si dede (ini yang aku sesali) dia di bilang kuning, jadi DSA nyuruh tes darah bilirubin, bayi sekecil itu diambil darahnya, aku sampai ga tega mau masuk lab, aku nangis di depan pintu lab. Sesudah itu aku langsung pulang, aku ga tungguin tuh hasil lab. Tes darah ditanggung BPJS juga dan Free (tapi gratisan kali ini ga bikin aku bahagia). Aku bawa bayi ku ke bu bidan tempat ku periksa, aku ceritain, dia mah baik banget dan bikin tenang, gapapa ini mah, jemur aja, sama terus susuin. Entar juga hilang. Dia minta ambil aja hasil tesnya. Pulang kerja mas bro ngambil hasil tesnya, terus aku bawa lagi ke bu bidan, bilirubinnya 14,9. Bu bidan tetep Cuma nyuruh, di jemur aja, dan di susuin(ASI).  Alhamdulillah semua berlalu, sekarang dia tumbuh sehat, lincah dan pintar. Dia membawa kebahagian buat semua keluarga. Semoga kelak selalu begitu ya de.. Doa kami di nadi mu (eeaa lagu). 

Buat yang mau pakai BPJS, kalau belum punya, buruan bikin deh, karena berguna banget saat dibutuhkan. Kalau belum dibutuhkan, ya itung2 amal membantu yang lain ya, hihi. Buat yang udah punya, jangan lupa bayar tiap bulan, nanti kena denda loh dan kalau tiba-tiba butuh jadi ga bisa dipakai BPJSnya.  Terus kalau mau pakai BPJS mendingan ikutin peraturan dan alurnya deh, jangan kaya aku dan suamiku, jadi ribet dan ada bagian yang seharusnya gratis jadi bayar hoho.in shaa Allah dimudahkan untuk semua.

Senin, 09 Oktober 2017

ESSENTIAL OIL UNTUK BAYI

Saat umur bayi ku 7 bulan ke 8 bulan, fiuh bolak-balik berobat. Pertama karena demam, kedua  habis demam muncul bruntusan merah di tangan dan kepalanya, ketiga balik lagi karena demam, habis demam ini muncul lagi bruntusan merah, tapi karena sebelumnya pernah begini jadi yang kali ini kita ga berobat deh, hihi.. Setiap abis berobat Alhamdulillah semuanya siy mereda, dalam 2 atau 3 hari sudah  sembuh. Yang bikin tambah pusing adalah aksi GTM, selama sakit dan pasca sakit, udah gonta ganti menu, naik turun tekstur, tapi tetep euy, GTM berlanjut.

Cari cara lain, mau kasih vitamin tapi masih takut, secara masih 8 bulan, jadi ku pikir belum perlulah. Tanya sana sini, yang paling memikat hati ( jodoh kali ahh ) jawaban di salah satu WA Group adalah Essential Oil alias minyak esensial sejenis aroma terapi gitu. Gugel-lah tentang itu, manfaatnya kayanya oke banget ya, harganya pun lumayan oke juga, padahal kemasan antara 5ml – 15ml. Tanya-tanya resellernya juga, tapi karena resellernya sibuk jadi agak slow respon, jadi tetep mbah gugel yang kasih info. Tadinya udah sempet pengen order produk luar dari Singapura, Young Living, tapi balik lagi info manfaat belum jelas dari reseller. Eh ketemulah disalah satu blog, ternyata ada EO ( essential oli ) produk local.
Produk Belli to Baby

Belli to Baby, EO produk lokal (kenapa namanya luar ya) katanya produk ini lebih aman untuk bayi. Harganya sama aja siy, mehong juga buat aku,  tapi semoga bermanfaat deh. Produk dari BtB ini ga terlalu banyak, kalau YLEO (young living essential oil) banyak jenisnya, kayanya butuh bantuan reseller untuk ngejelasin semua. Akhirnya aku tetep cari ini tentang BtB ini, terus jatuhlah pilihan ke BtB Immun Bosster, infonya siy biar anak ga gampang sakit, bisa juga untuk memperbaiki nafsu makan. Akhirnya order deh, di OLShop yang ngasih ongkir gratis haha (emak ga mau rugi), pagi pesen malam sampai, eh dapet bonus sisir BtB dan tester 4 variantnya, tapi yang 1 botolnya udah kosong, mungkin rembes atau bocor, sedih padahal itu yang Cold & Flu.
Paket Belli to Baby

Karena udah malem sampainya, jadi baru besok paginya deh dibuka terus dipelajari manfaat dan cara pakai si Immun Bosster ini, Kalau untuk anak dibawah 2 tahun harus di dilute atau di campur minyak lagi, bisa minyak kelapa atau baby oil. Sipplah kedua minyak itu ada di rumah, emak mau beli botol yang roll on gitu. Pulang kerja, langsung deh ke toko minyak wangi, beli botol yang dimaksud, 2 pcs kemasan 10ml harga 10rb, ehh kata ayahnya itu mah botol harga 2rb, (lah kemahalan donk eyke belinya) yasudahlah tak apa. Besok paginya di kantor, karena kerjaan sepi, jadi aku dilute (campur) deh, yang dipakai testernya dulu dicampur pakai baby oil, karena ada 2 botol, jadi aku dilute Immun Booster sama Eucaliptus (yang ini untuk batuk infonya). Selesai, nanti malem tinggal di oles ke telapak kakinya dede, tapi yang immune Bosster ya, kalau yang Eucalyptus katanya belum boleh untuk anak dibawah 2 tahun (entah iya, entah tidak). Saat ini siy anakku Alhamdulillah sehat dan makannya masih lahap. Tapi kita coba aja dulu dan lihat perkembangannya selama 1 bulan pemakaian. Semoga hasilnya bagus.

Hasil dilute dikantor

Kamis, 31 Agustus 2017

REVIEW : CUDDLE ME LITE CARRIER

Kali ini aku mau mereview tentang gendongan bayi yang aku punya dan aku pakai sekarang. CuddleMe Lite Carrier. Sebenernya waktu itu Rachel usia 4 bulan dan aku merasa butuh gendongan. Gendongan yang aku punya kain jarik dan gendongan yang model sling, tapi aku ga bisa pakai jarik padahal udah download video cara pakainya, aduh emank dasar aku yang oneng jadi ga bisa ngikutin deh. Terus yang model sling, aku agak kurang nyaman pakainya. Jadi aku cari-cari gendongan yang ga bikin pegel. Pengen yang model wrap, kaya geos gitu, tapi pasti aku keribetan deh pakainya. Jadi aku cari yang cara pakainya simple aja deh, jatuhlah pilihan ke SSC alias Soft Structure Carrier.



Sudah pilih tipe SSC sekarang bingung deh pilih merk dan modelnya. Awalnya pengen yang ada hipseatnya, yang ada dudukannya gitu kaya i-angel, tapi ga mungkin juga ke beli merk yang harganya jut-jut gitu ya. Atau yang bisa gendong hadap depan atau gendong samping kaya ergo baby 360, denger-denger harganya yang ori jut-jut juga, hadehh. Tapi banyak loh yang kw nya, harga terjangkaulah di dompet ku berkisar 250-350rb. Jadi tertariklah sama si kw ini, sudah tanya-tanya & kepoin fb si penjualnya. Tapi qo pas mau order keinget tentang adab menuntut ilmu ya, haduh ga boleh pakai kw karena mencurangi si pemilik hak cipta. Maaf tak jadi order.

Mulai lagi mencari SSC ori, info ada beberapa produk lokal. Ketemulah sama Cuddle Me, pas kebetulan lagi ngeluarin produk barunya CuddleMe Lite Carrier yang katanya menggantikan Neo CuddleMe Carrier, produk terdahulunya yang sudah ga diproduksi lagi. Baca-baca spesifikasinya dan harganya, cucoklah ya, masih masuk diakal & dan cucok juga didompet, hihi. Konsul ke pak suami, dia juga pilih yang ori walaupun produk lokal, ga kalah kualitas qo. Daripada pakai kw, takut tiba-tiba jebol pas gendong bu, semoga ga pernah ada kejadian itu ya.


Klik toko online, cari CuddleMe Lite Carrier, bandingin harga, eh pas ada promo potongan harga 25rebu dari 250rb, jiwa emak-emaknya keluar deh, langsung kepoin si penjual, eh tapi request warna Black ternyata sudah sold out, yasudahlah karena tergiur diskon, warna ga jadi prioritas, haha, jadilah pilih abu-abu motif fern. Dapet harga 225rb + ongkir 9rb, hanya carriernya saja belum termasuk teething & footstrap. Datanglah 2 hari kemudian, langsung trial tapi karena dede rachel masih 4 bulan dan masih imut banget, alhasil keleleplah dia, agal ngeri juga siy yah, soalnya anakku saat itu belum bisa duduk sempurna. Jadi masuk lemarilah CuddleMe Lite nya.

Dua bulan kemudian, Rachel udah 6 bulan lebih hitungannya, kita mau pergi ke rumah mbahnya, naek motor, Ketapang - Cengkareng setengah jam perjalanan santai. Untuk pertama kalinya pakai CuddleMe Lite nya, Alhamdulillah Rachel udah duduk & udah agak gedean dikit. Ternyata enak loh, berasa nyaman dan aman buat gendong pas naek motor (yang nyetir ayahnya). Bantalan dipundaknya empuk, terus ban pinggangnya juga ga bikin sakit dan ada karet untuk ngegulung tali-tali yang kepanjangan, jadi ga kleweran (haduh bahasa apa ini, semoga ngerti ya). Pulang-Pergi ga berasa pegel, bocahnya juga pules digendong. Pernah juga dipakai jalan pagi ke taman deket rumah, enak euy, ke dua tangan bisa bebas bergerak, apalagi kalau dipake dirumah, bisa sambil nyapu & sambil ngerjain yang lain deh, sambil jajan & makan juga bisa. 


Sudah dipakai beberapa kali, ternyata Rachel masih suka gigitin bagian bahu gendongan, sepertinya aku mesti beli teething & footstrapnya deh.. Nunggu gajian dulu ya de, hehehe (padahal cuma 50rb). Sekarang juga banyak pilihan warna & motif yang lucu-lucu. Gemes jadi pengen lagi ngeliat yang unyu-unyu gituh.

Ini sedikit spesifikasi CuddleMe Lite Carrier yang aku tau :
Harga Normal : Rp. 250.000 (kemarin aku dapet potongan 25rb pas promo)
Berat carriernya : 500gr (enteng banget kan)
Footstrap & teething :  Rp. 50.000 (dijual terpisah dari carriernya)
Warna & motif : banyak dan pasti lucu-lucu
Dibagian atasnya itu ada pouch untuk hodie, kalau bayi tidur atau nyusu bisa dipakai.

Pokoknya ini cocok banget buat tipe emak yang kaya aku, ga mau ribet, simple, nyaman dan yang pasti aman.

Selasa, 22 Agustus 2017

RAHASIA KULIT BAYI TETAP SEHAT

Hai bunda semua,, kali ini aku mau sedikit share pengalaman menjaga kulitnya dede Rachel yang sempat iritasi.

Tepat 7 bulan yang lalu anakku lahir, anak pertama dan cucu pertama dari kedua keluarga besar. Aku yang masih awam mengurus bayi, jadi mempercayakan semuanya pada ibu ku termasuk urusan mandi memandikan. Ternyata eh ternyata, ibu ku pun ga berani mandiin orok yang belum puput pusernya. Jadilah kami memanggil ibu bidan deket rumah ( kebetulan bidan tempat ku periksa kehamilan ).
Namanya bidan Tuti, orangnya baik banget dan ga pelit ilmu, selama hamil suka dapet pengetahuan tentang kehamilan dan memotivasi jadi semangat ngejalani kehamilanku yang wuihhh.. Jadilah bu Tuti tiap pagi dan sore dateng ke rumah ntuk mandiin dede. Enaknya aku dan ibu ku diajari cara mandiinnya, cara pijat bayi, cara pijat payudara dan sempet nanya soal putingku yang lecet. Entah hari keberapa badannya dede Rachel muncul merah-merah kaya ruam gitu. Jadi khawatir apa karena udara panas ( maklum ga pake AC hihi ) atau karena pakaiannya kurang bersih sisa-sisa detergennya atau karena sabun mandinya. Terus aku tanya ke bu Tuti, "gapapa ko, cuma iritasi biasa, beliin lactacyd aja" katanya.

Malem harinya si mbah kung pergi naek motor, ga lama telfon
Mbah kung : halo ci, sabunnya apa yang kata bu bidan
Aku : lactacyd pak
Mbah kung : cair ya? Ada yang gede, ada yang ukuran kecil
Aku : coba yang kecil aja dulu.

Percakapan pun berakhir, mbah kung pun sampai rumah bawa kantong kecil ijo dari apotek terkenal 😀 isinya lactacyd baby ukuran kecil. Dibacalah kotaknya sama ayahnya dede Rachel.
Ayah : yank ini mah produk luar ( maksudnya brand internasional kali ya ) aman ga buat bayi?
Aku : coba liat ( sambil ngambil botolnya, terus baca ) amanlah yah, ini dari ekstrak susu, pHnya juga rendah, udah diuji dermatologi juga. Kata bu Tuti siy bisa untuk ngilangin iritasi dede.
Ayah : yaudah, coba dulu.

Besoknya aku tanya bu Tuti bener ga itu sabunnya. Dan ternyata benar. Diajarin cara pakainya, tuang 3 sendok teh ke dalam air mandinya. Terus tuang sedikit ketelapak tangan oles-oleh ke badan dede kaya pakai sabun biasa, terus diemin sebentar, ajak maen gitu dedenya. Mandi deh seperti biasa. Pagi sore dipakein lactacyd baby, ruam atau merah-merahnya berkurang, 3 hari kemudian hilang, bersih alhamdulillah. Hasilnya beneran nyata keliatan setelah pakai lactacyd baby.

Sampai sekarang ( udah 7 bulan ) masih suka pakai lactacyd baby. Kulitnya dede Rachel bersih putih, padahal emak bapaknya item ( hehe ). Untuk biang keringet juga bisa, pakai lactacyd baby setiap hari aman-aman aja. Kalau dibawa jalan neneknya, selalu ada yang bilang, "ya ampun, kulitnya bersih banget".  Pernah juga ada yang bilang," putih bersih banget siy, emank bapaknya bule ya". Padahal bapaknya ireng hahaha.

          Habis mandi pake lactacyd baby

 #BabySkinExpert #LactacydBaby

Kamis, 27 Juli 2017

NHW 9 - BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN


Minat, hobi, ketertarikan :
Bermain bersama anak

Skill (hard & soft) :
Managemen waktu
Cara menstimulasi anak

Isu sosial :
Ibu pekerja meninggalkan anak bersama pengasuh ( orang tua, anggota keluarga lainnya, tetangga atau baby sister ).
Saat pulang ke rumah kondisi badan yang lelah bertemu dengan pekerjaan rumah sehingga waktu yang berkualitas bersama anak hilang.

Masyarakat (sasaran) :
Ibu pekerja
Ayah
Pengasuh

Ide sosial :
Gerakan ibu pekerja sayang anak

Demikian NHW 9, semoga bisa saya laksanakan. 😊

Kamis, 20 Juli 2017

NHW 8 : MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

a. Salah satu dari ranah aktivitas di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7) :
Bermain bersama si kecil & Bekerja

b.  “BE DO HAVE”
1. Kita ingin menjadi apa ?
(BE) Jadi ibu yang baik

2. Kita ingin melakukan apa ?
(DO) Berusaha memberikan yang terbaik

3. Kita ingin memiliki apa?
(HAVE) Kemampuan untuk menjadi ibu yang baik

c. 3 aspek dimensi waktu :
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose) :
Membahagiakan anggota keluarga

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan) :
Tempat tinggal dan perekonomian keluarga yang lebih baik

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution) :
Berhasil menerapkan managemen waktu dan pola hidup sehat.

Senin, 17 Juli 2017

NHW 7 - Tahapan Menuju Bunda Produktif

Hasil ST30 ( Strenght Typology ) :



Kuadran Aktivitas :
1. SUKA dan BISA
     ♡ Bermain bersama si kecil
     ♡ Bersosialisasi dengan lingkungan
     ♡ Bekerja

2. SUKA tetapi TIDAK BISA
     ● Memasak
     ● Membuat Kue
     ● Memotret

3. TIDAK SUKA tetapi BISA
     ○ Mencuci
     ○ Menyeterika
     ○ Membuat Laporan

4. TIDAK SUKA dan TIDAK BISA
     ¤ Berbicara di depan umum
     ¤ Menggambar
     ¤ Merencanakan Sesuatu