Jumat, 10 November 2017

Bahasa Cinta Mas Bro

Patner : Mas Bro
Target : Mengerti Bahasa Cinta

Di malam sebelumnya, saat si bayi mau tidur, tapi aku belum sempat ganti sprei karena si bayi yang ngegelendot terus, kemudian minta tolong sama mas bro “Yah, tolong gantiin sprei, anaknya udah ngantuk mau tidur niy”.  “Ga usah digantilah masih bersih nih”, katanya. Aku diem aja, tapi si bayi rewel di kasur. Mas bro langsung buka lemari, “pakai sprei yang mana ya?”, katanya. “Itu spreinya udah aku siapin”. Dia langsung ganti sprei dan aku keluar kamar. Saat sudah selesai, dia panggil kami, eh pas samapai kamar, jeng jeng itu sprei kebalik aja dong, lebar untuk panjang, panjang untuk lebar. Yasudahlah aku Cuma tertawa kecil aja. No comment.

Hasil kerjanya mas bro


Pagi ini, sprei sudah berantakan, tapi anaknya udah mau nyusu habis main pagi, aku udah rebahin anaknya dikasur. Tanpa diminta, mas bro langsung bilang,”ih itu belum di rapihin, belum di bersihin, awas aku rapihin dulu”. Aku gendong lagi deh si bayi kebelakang beberapa saat, pas masuk kamar ternyata kasur udah rapih. Memang bahasa cinta itu tak perlu selalu diucapkan. Mungkin ini salah satu bahasa cinta mas bro untuk aku dan anak kami. Terimakasih Ayah.. We love you..

Aku:
Masih harus selalu belar tersenyum dan lemah lembut.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, 09 November 2017

Perhatian Yang Terlupakan

Patner : Ibu
Target : mengalir saja

Siang ini hanya bertiga, aku , ibu dan si bayi. Waktu yang ada memang cukup singkat, hanya beberapa menit disela-sela istirahat makan siang ku. Aku termasuk orang yang cuek, maka dari itu sekarang lagi belajar untuk lebih perhatian melalui komunikasi yang produktif. Cieelah..

“Yaudah Bu makan dulu, biar dede nyusu dulu”. Aku sambil gendong dede terus masuk kamar. Eh ibu malah duduk terus cerita kegiatan dia sama dede dari pagi tadi. Karena si bayi nyusu ga bisa diem dan cuma dimainin, akhirnya ga jadi nyusu. “Ibu udah makan?”. tanyaku. “Udah tadi, orang udah tua mah makan harus dijaga, ga boleh berlebihan”, jawabnya.  Terus dia cerita lagi deh, banyak. Aku mendengarkan, sambil menunjukan rasa ketertarikan, biar tambah excited ceritanya. Dan beliau jadi senangkan kalau diperhatikan dan didengarkan.

Aku :
Hari ini belajar  untuk lebih perhatian dan menjadi pendengar yang baik. Semoga bisa terus selamanya.

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Selasa, 07 November 2017

MELEK TEKNOLOGI TAPI TUNA ADAPNYA

Patner : Mas Bro
Target : satu suara

Kemarin ada sesuatu yang viral banget di dunia peronlinean kita ( haduh bahasa apa ini). Dari beberapa group WA yang aku ikutin juga membahas ini dan memutus mata rantai yang artinya, udah cukup tau aja, jangan di shared lagi, karena beritanya ga bermanfaat banget. Ucuk-ucuk di salah satu teman di medsos menshared berita ini. Aku komenin, untuk tidak menshared, nanti malah banyak yang terjerumus. Etapi dia ga terima gitu, malah bilang aku membulli dia (dibalasan komen antar temannya) dan membuat status baru ,“kalau ga suka ga usah baca” dan di status ini pula ada balasannya, mending maen dicomberan aja kalau ga seneng. Astagfirullah..

Sedikit bikin lega hati


Kali ini aku mencoba belajar jadi dewasa, lebih memperpanjang NALAR dan memperpendek EMOSI, jadi aku diam saja tak membalas komen lagi atau malah membuat status. Tapi hati pegel juga ya, beberapa teman WA juga mendukung komen ku, untuk menstop dan tidak menshared lagi. Dari situ agak sedikit lega ya. Malamnya cerita sama mas bro, dan dia jadi pendengar yang baik, dan dia mendukung juga alias satu suara sama aku, karena itu bahaya banget menurutnya. Apalagi kalau di shared di akun medsos ku yang isinya ga cuma ibu-ibu sepantaran aku tapi juga ada adik ku, teman-temannya dan keponakan yang notabenenya masih umur baru belasan alias remaja tangung. Bahaya bangetkan.

Tapi positif thinking aja deh, tujuan kita sama yaitu sama-sama melindungi anak-anak dari bahaya teknologi, mungkin caranya aja yang berbeda. Karena FoR (cara pandang) dan FoS (emosi dan mental) kita yang berbeda. Jadi harus pintar dan bijak dalam berteknologi. Jangan sampai Melek Teknologi tapi Tuna Adapnya. Sedikit mengutip kata-katanya Ibu Peny.

#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Dilarang Mendahului


Patner : Mas Bro
Target : Jadi pendengar yang baik

Pagi ini membahas tentang MLM, karena kemarin teman yang datang sekalian prospek MLM yang  dia jalanin ke aku. Kita punya sudut pandang yang berbeda, saling berebutan kalau lagi menjelaskan. Mas Bro yang ga mau kalah, mengutarakan pendapatnya sendiri. Sedangkan aku, ga dikasih jeda kalau mau mengutarakan pendapatku. Akhirnya terbawa deh, jadi ikutan bicara saat dia bicara, terus dia diam. Saat aku berhenti bicara, dia menjelaskan lagi pendapatnya. Tapi saat itu aku  lagi sibuk pakain bajunya si bayi yang aktif banget. Dan mas bro pun protes,”tuh kan giliran aku ngomong aja ga didengerin”. Padahal dia sendiri kalau aku ngomong juga suka gam au kalah (kalau dia lagi semangat) atau malah aku dicuekin, dan mesti ngulang apa yang aku udah omongin. Hedehhh..

Sebenernya siy bukannya tidak mendengarkan, tapi mendengarkan hanya saja sibuk sendiri. Ternyata sikap kaya gini ga baik juga ya. Jadi bisa menimbulkan selisih paham. Padahal komunikasi itu seharusnya dua arah, ada pembicara dan ada pendengar. Jadi menurut aku dalam komunikasi produktif  itu bukan hanya belajar menjadi pembicara yang baik saja, tapi juga harus belajar menjadi pendengar yang baik juga.

Aku :
Aku masih suka ikut-ikutan dan ga sabar kalau lagi ngomong. Masih harus belajar menjadi pendengar yang baik. Harusnya selain “Budayakan membaca” mungkin aku juga harus “Budayakan Antri”  atau seperti yang sering ditulis di belakang truk kali ya “Dilarang Mendahului”.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Senin, 06 November 2017

Yang Sabar Yaa..

Kali ini berganti patner lagi, biar lebih banyak dan belajar dengan hal-hal yang berbeda.

Patner : Ibu
Target : Lebih sabar

Di malam sebelumnya, duduk-duduk santai aja sama ibu, cuma aku, ibu dan si bayi. Karena mas Bro lagi ke rumah mertua, jagain rumah yang kosong. Sedangkan Anggi lagi bikin kue di rumah tante, karena besok (Minggu) teman SMA ku pada mau main ke rumah. Ibu cerita tentang si bayi yang semakin pinter dan semakin aktif.Kalau nyuapin makan sampai harus ikut merangkak sama si bayi. Haduhh maaf ya..

Keesokan harinya bertiga, kita belanja ke tukang sayur dan pasar deket rumah. Jalan kaki sambil ngobrol santai. Mungkin ini yang dibutuhkan selama ini ya. Mendengarkan. Sampai di rumah dikeluarin belanjaannya, termasuk toge yang  dibeli, dan itu toge di acak-acak sama si bayi. Aku Cuma bilang ke ibu,”Yank sabar ya bu, anak bayi ini emang begini ni”. Dengan nada dan intonasi yang pas serta senyum yang manis. Ibu pun tetap tertawa. Sepanjang hari, tetap tersenyum meski rumah isinya banyak karena pada datang semua. Lelahnya sudah pasti tapi beliau tetap tersenyum dan semangat. I love you bu.

Aku :
Karena hari ini di rumah banyak orang, jadi lebih banyak komunikasi, tanpa emosi pastinya. Lebih banyak tertawa. Kadang liat temen yang  galak sama anaknya, jadi sebal ya. Duh besok ga mau kaya gitu (dalam hati). Masih harus belajar memilih kata-kata yang positif.

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 04 November 2017

SALING MENGINGATKAN

Patner : Mas Bro
Target : Tak pakai emosi

Malam sebelumnya ngebahas tentang mas bro yang salah daftar atas sesuatu. Aku bilang sebelum dia pergi untuk daftar A, tapi pas pulang kerja, liat dikertasnya, loh kok malah daftar B. Sebel siy. Aku yang salah menyampaikan atau dia yang salah mendengar.  Tapi coba menahan emosi dan berhasil, untuk tetap santai dan stay cool. Hehe. Membahas kesalahan itu, yasudahlah toh bisa daftar minggu depan lagi katanya. Case Closed.

Pagi ini sepertinya gagal berkomprod, rasa kesal di hati jadi bikin males bicara dan menjawab asal. Awalnya siy gara-gara minta tolong ke  mas bro jagain si bayi, eh malah nyautinnya ga enak (intonasinya siy yang ga enak). Jadi sebal. Saat sarapan bareng (masih dalam kondisi sebal) jadi kalau dia tanya, aku jawabnya asal deh atau seadanya. Tapi mungkin suasana hatinya mas bro udah baik kali ya, dia malah ngajak becanda dan bilang,”Yank qo gitu siy jawabnya, katanya udah belajar komunikasi, aku aja udah belajar juga”. Sambil cengengesan. Aku jadi ikut ketawa. Alhamdulillah masih diingatkan. Jadi buang jauh-jauh deh sebal dan kesalnya. Hmmm tapi pasti mereka balik lagi semaunya.

Aku :
Sepertinya masih harus banyak belajar tentang komunikasi produktif ini, karena terus terang prakteknya itu susah. Masih suka terbawa emosi. Di kantor pun sama, masih suka menatap layar komputer saat diajak bicara oleh teman. Tapi tetap selalu ada senyum sesudahnya.

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 03 November 2017

MarKiShol (Mari Kita Sholat)

Kali ini mau berkomprod (komunikasi produktif) sama adikku yang sudah kelas 7 tapi masih agak males sholatnya.

Patner : Anggi
Target : Sholat 5 waktu

Praktek komprod di mulai di malam sebelumnya. Saat azan maghrib, aku sudah memakai mukena ku, dan mencoba berkomprod sama anggi untuk menyuruhnya sholat. Ku tekan semua ego dan emosi yang sering keluar saat menyuruhnya, melembutkan suara dan memasang senyum. Kemudian keluarlah kalimat,”Nanti abis mandi Sholat ya kakak anggi”. 

Hasil :
Dia yang sedang beristirahat dan masih memakai seragam (Anggi sekolah siang) langsung mengaguk. Dan langsung ke kamar mandi. Selesai aku sholat, ku lihat Anggi sudah mandi dan bersiap sholat dengan mukena yang baru dia ambil di lemari. Begitu pun saat Isya, saat aku sudah berwudhu,”Jangan lupa sholat ya kakak Anggi”. Tak lama selesai dia makan dan main hp, langsung wudhu dan sholat Isya. Saat subuh pagi tadi, dia masih dibangunin untuk sholat dan tidur lagi sesudahnya. Tapi dzuhurnya, tanpa disuruh, dia langsung melaksanakan,”Aku sholat ya”. Kemudian sholat fardu selanjutnya dia kerjakan tanpa aku suruh lagi. Alhamdulillah semoga bisa seterusnya seperti itu.

Habis mandi langsung sholat

Aku:
Biasanya kalau menyuruh Anggi selalu pakai emosi, bahkan sering berkata kasar. Tapi ternyata saat aku ubah caraku semua berjalan mulus. Hari ini masih mencoba meminimkan emosi, kadang aku kalau menjawab pertanyaan orang lain masih suka semaunya, kemudian kalau orang tak mendengar jelas atau tak mengerti jawabanku, keluarlah jawaban selanjutnya dengan nada kesal. Haduhhh… ini yang tadi diprotes sama mas bro,”ih jawabannya ga enak”. Padahal jawabannya biasa, hanya saja intonasinya yang ga enak. Eh apa kabar mas bro? sepertinya aku ga dengar dia pamit hari ini tapi tadi aku tanya, dia bilang sudah pamit. Semoga benar ya.. Kemudian sama si bayi kecil kami, masih selalu dibisikan kata-kata positif.

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip