Rabu, 31 Mei 2017

NHW 3 : Membangun Peradapan Dari Dalam Rumah

NHW 3 ini bener-bener membuat pikiran dan hati bekerja keras. Buatnya sambil mikirin mas bro, dede rachel, keluarga dan lingkungan. Fiuuhhh... tapi tetep semangat ngerjainnya walaupun berasa banget hausnya, loh eh lagi puasa.. hihihi maafkeun...

A. Surat Cinta Untuk Suami & Tanggapan Beliau

Tanggapan mas bro :
Pas dikasih surat : ada apa niy, qo tumben aku dapet surat gini
Pas ngeluarin surat dari amplopnya : wuih keren loh
Pas udah baca suratnya : langsung cium jidat anak & istrinya 😙

B. Potensi Anak
Karena anakku masih 4,5 bulan jadi agak susah melihat potensinya. Tapi menurut bunda  Nani selaku fasilitator, boleh dengan menuliskan manfaat atas kehadirannya.
Menurutku kehadirannya membawa kebahagian untuk kami berdua, keluarga besar dan lingkungan tempat kami tinggal.

Dengan hadirnya putri kecil kami, aku dan semua anggota keluarga kembali belajar cara mengurus bayi, termasuk ibu ku karena cucu pertamanya. Mencari tahu betapa pentingnya ASI, saat yang tepat untuk MPASI, stimulasi yang sesuai dengan usianya, ilmu-ilmu parenting. Alhamdulillah ibu ku bisa menerima dan tidak memaksakan kehendaknya, kalau nenek lain cucunya sudah dikasih makan diusia sebelum 6 bulan, tapi ibu ku berkata belum saatnya untuk anakku. Bahagia jadinya dapat dukungan dari semua anggota keluarga.

C. Potensiku & Mengapa aku disini
Aku adalah seorang pekerja, dari kecil aku senang berjualan, selama halal dan menguntungkan jadi aku lakukan. Karena pada dasarnya aku bukan dari keluarga yang berlebihan. Semuanya insyaallah cukup.

Sekarang saat aku sudah dapat pekerjaan tetap, aku akan tekuni ini. Bukan karena suamiku tak mampu menghidupi aku dan anakku, tetapi lebih ingin membantu keluarga ku, aku diamanahi adik yang masih panjang perjalannannya. Insyaallah kuat, karena aku yakin, Allah pasti sudah mempercayakan amanah tersebut dan pasti mempercayai kalau aku mampu.

Tempat kerja ku dekat dengan rumah. Jauh-jauh mencari kerja, dapatnya dekat rumah juga. Kenapa? Karena Allah tahu yang terbaik untuk hambanya. Dekat dari rumah, aku jadi bebas dari macet dan lebih banyak waktu untuk anakku.

D. Lingkungan tempat tinggal

Aku, suami dan anakku masih tinggal dirumah orang tua ku. Sebenarnya kami sudah punya rumah sendiri. Hanya saja lokasi rumah kami jauh dari tempat kerja kami berdua. Dan kami juga bingung jikalau kami tinggal dirumah itu, anak kami harus sama siapa. Karena kami masih belum bisa percaya sama orang lain untuk mengasuhnya. Coz pemberitaan di tv semakin seram. 

Lingkungan tempat tinggal ku di pinggiran kota, bukan perumahan tapi diperkampungan. Sudah dari aku kecil, aku tinggal disana. Tetangga kanan kiri sudah sangat seperti keluarga sendiri. Jadi lebih sering tolong menolong saat ada yang membutuhkan. Orang tua ku sendiri jauh dari keluarga kandung. Kami nyaman tinggal disini.

Kenapa kami disini? Allah pasti punya maksud baik, lingkungan yang kekeluargaan tidak akan membuat kami merasa sendiri dan insyaallah anak kami tidak akan kekurangan kasih sayang. Membuat kami tertawa dan menangis bersama. Mengajarkan kami bergotongroyong. Lingkungan kami adalah tempat kami tumbuh, belajar dan saling mengasihi.

Kalau lagi ramadhan gini, suka tuker-tukeran masakan. Waktu sebelum puasa kami sering makan bersama alias padangan.
Ini menu padangan kami sebelum puasa ☺

Selesai juga NHW 3 nya, terimakasih untuk semuanya 😊.

Rabu, 24 Mei 2017

NHW 2 - Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

NHW 2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Oleh : Deasita Rachman

Saya adalah seorang istri dari suami yang bekerja sebagai tukang gambar alias drafter. Dan juga seorang ibu dari bayi cantik berusia 4 bulan. Saya merupakan ibu pekerja, sebelumnya saya tidak pernah menggunakan cheklist target ataupun sejenisnya. Semua mengalir mengikuti keadaan saja. Tak beraturan. Lagi dan lagi masalah utamanya adalah manajemen waktu saya yang amburadul, hehe.. tapi setelah dapat tugas NHW 2 ini jadi mikir, oh ternyata emang perlu cheklist-cheklist begini, sebagai pengingat untuk jadi lebih baik.

Cheklist yang saya buat, yang kiranya mudah saya jalani dan bisa dijalani sesegera mungkin. Saya buat ini pada hari Rabu, 24 Mei 2017.

Sebagai Individu :
》Shalat 5 waktu dan Ontime setiap hari mulai sekarang
》2,5 % jangan sampai lupa, setiap bulan mulai akhir bulan Mei ini
》Shalat Dhuha lagi, minimal 3x seminggu, mulai besok
》Penampilan lebih rapih, setiap hari mulai besok
》Pengeluaran keuangan lebih detail, bila perlu dibuatkan catatan, setiap hari, mulai 1 Juni

Sebagai istri :
Ini saya tanyakan langsung ke mas bro. Alhamdulillah beliau tidak menuntut banyak hal. Hihihi...
》Masak buat mas bro, malem aja ya, minimal 2x seminggu, mulai minggu depan
》Pelukan hangat tiap malam, hahay, mulai malam ini
》Salim tiap pergi dan pulang kerja, mulai hari ini

Sebagai ibu :
》Menyapa bayi tiap bangun tidur setiap pagi hari, mulai hari ini
》Membacakan surat pendek minimal 3 surat setiap hari, mulai besok
》Menyanyikan lagu anak minimal 3 lagu setiap hari, mulai besok
》Pumping dihari libur, mulai besok
》Lebih sabar jika anak rewel di malam hari, mulai malam ini
》Bisikin doa tidur setiap mau tidur malam, mulai malam ini

Kiranya itu cheklist yang ingin dan akan saya jalankan dalam waktu dekat. Semoga terlaksana semua.

Selasa, 16 Mei 2017

A S I C

Yuhuuu... i'm coming again..
Buka blog lagi gegara ikut kelas matrikulasi IIP ( Institut Ibu Profesional ) ciaelah.. apa itu? Kurang tau jg siy, coz baru mulai, dan tugasnya bisa dikirim via blog ( salah satu caranya ). Skip dulu IIP nya ya, nanti kalo udah lulus dan ga males, dibuat halaman sendiri deh. ( ga janji ya )

Sekarang mau ngomongin ASIC. Apa itu ASIC? Ibu-ibu pasti udah banyak yang tau ya, ASIC itu Air Susu Ibu Campur, campur SuFor maksudnya ya, bukan campur yang lain loh.

Pas hamil anakku, caled her Rachel, aku ga pernah kepikiran tuk ngasi sufor. Aku udah mikir mau full ASI, dan kalau kerja kita pumping-pumping deh. Aku juga ga pernah tuh ikut kelas laktasi, padahal penting loh ntuk ibu baru kaya saia.hihi... Aku malah ikut kelas senam hamil beberapa kali, tapi hasil akhirnya harus sectio juga karena dede Rachel yang sungsang. Ehhlahdalah padahal tiap hari praktekin gerakan senam + nungging + ngepel ala inem loh. Tapi mungkin memang itu jalan yang terbaik ya 😇

Sekarang anakku udah masuk 4 bulan, alhamdulillah sampai sekarang masih nen, tapi sudah campur sufor kalau akunya kerja. Kenapa? Karena pumping itu tak semudah yang kita pikir dan bayangkan. Hasil pumping aku jauh dari sebotol alias cuma sepantat botol. Entah apa salah dan dosa ku, halah.. udah coba segala macam booster asi, sampai aku breast care ke salah satu rumah sakit, rajin pumping juga, pijat, kompres, segala macem deh, sudah gonta ganti segala model dan merk pompa, hasil tetap sama, tiap pumping cuma sepantat botol.

Yasudahlah, aku coba ikhlas, toh aku sudah melakukan yang terbaik. Akhirnya malam terakhir cuti, dibawah gerimis ( beneran gerimis loh ) aku n mas bro, beli sufor deh. Hari pertama masuk kerja jadi hari pertama anakku nyobain sufor. Selama 2,5 bulan full ASI, rasanya nyess gimana gitu. Sempet bingung milih sufornya, jangan kaya aku ya, ngasi sufor tanpa konsul DSA. Kandungan sufor sebenernya sama aja. Mau mahal or murah, tetep sama susu sapi. Tapi tetep aku pilih yang menurut ku terbaik lah.

Sampai sekarang aku masih tetep rajin pumping, sekarang aku bisa dapet total 120ml perhari dari 4 kali pump.. horee... berapapun hasilnya patut disyukuri.. PD ku tuh pernah dipencet sama my nyokap, lebih tepatnya ditunjuk dengan keras, lembek kaya gini mana ada isinya, percuma dipompa juga. Haduh sakitnya tuh ga cuma di PD tapi juga dihati bu. Tapi sekarang udah ga, dia malah nyuruh pump kalau stok ASIP dikulkas mulai minim. Maklum ya, pumping itu tergantung mood, kadang rajin, kadang males.

Bersyukurlah para ibu yang ASInya melimpah, atau cukup. Tapi tolong jangan judge pemalas kami yang gagal dalam ASIX, dan tolong jangan kasihani anak kami dan menyebutnya anak sapi. Hehehe.. karena kami bukan tanpa usaha untuk tetap ASI.

Sejauh ini anakku baik dan insyaallah sehat selalu. Dari awal dia naik berat badannya ga terlalu banyak, dikit tapi naik. Aku sudah berusaha ngasi yang terbaik. Karena sufor bukan racun kan. Minggu depan dia imun DPT-3. Semoga sehat selalu ya de..
Ayah bunda akan slalu berusaha ngasi yang terbaik buat dede..

NHW 1 - ADAB MENUNTUT ILMU

Dalam universitas kehidupan, saya ingin menekuni bidang Keterampilan Tangan.

Kenapa ? Karena saya ingin membuat banyak pernak-pernik, seperti bros, bandana untuk anak, baju, dan lainnya yg bisa dibuat oleh tangan sendiri. Pernak-pernik tersebut ingin saya buat dengan ciri khas saya sendiri, dan inginnya saya buat hanya 1 per modelnya, jadi tidak ada yang menyamai.

Sejauh ini saya pernah membeli buku, lihat video tutorial, dan saya sempat membeli sedikit bahan baku untuk membuatnya. Saya sempat mencoba buat, dibantu semua anggota keluarga, walaupun hasilnya kurang maksimal, alias kurang bagus. Namun itu hanya sesekali, dan sudah tidak pernah lagi saya lakukan. Mungkin karena managemen waktu saya yang kurang baik, jadi serasa tidak ada waktu luang untuk melakukan itu.

Sampai saat ini saya merasa belum ada perubahan sikap yang berarti untuk itu.  Tapi sekarang saya akan mulai mencoba mendisiplinkan diri saya dalam hal waktu. Ikhlas dengan hasil pekerjaan saya setiap harinya, meskipun goal hari itu belum tercapai.

Senin, 18 Januari 2016

Mewujudkan salah satu mimpi "Rumah" Part2

lagi nungguin data surat jalan niy, ga ada kerjaan, jadi mau nulis2 lagi ahh...
sebenernya siy dari kemarin agak sepi kerjaan,, tapi aku sibuk mantengin facebook, karena sesuatu ( sahabat + suami ku pasti tau. hehehe)

lanjut ahh...
udah baca yang part 1 kan, aku survey muter-muter. Seminggu kemudian kita balik lagi, setelah berunding di meja runding (opss ga pake meja deh) . Pilihannya itu ada 3 meskipun semua harganya sama, tapi kita harus pilih satu. Pilihan A, system cluster, bagus, sudah banyak juga rumahnya, gerbang masuknya TOP BGT, Cicilan DP juga terjangkau, tapi jauh dari lampu merah rajeg. Pilihan B, jauh juga dari lampu merah rajeg, ga sejauh pilihan A masih cluster baru, jadi masih agak sepi + sedikit rumahnya, DP bisa dicicil 4x. Pilihan C, Sudah rame, deket dari lampu merah rajeg, DP bisa dicicil 1x saja. Akhirnya kita pilih B deh.

Cuzzz,, kita ke clusternya dan masuk ke kantor pemasaran teknik, nanya blok + kavling yang kosong, 1 blok yang disuka, sisa dua kavling, eh barengan sama keluarga yang mau booking di blok yang sama, persis disamping, aku no 8, bapak itu no 9. Soale pesenan bapak, pilih rumah yang menghadap selatan ( gat au deh alesannya ). Bayar Booking fee 1 juta, abis itu kita dikasih berkas2 yang harus diisi + tandatangan diatas materai. Berkasnya seabrek. Terus syarat2 yang harus dilengkapi, semuanya standartlah, tapi aku belum punya NPWP, jadi mesti bikin dulu deh. Aku bikin NPWP via online, nanti kapan2 di post caranya (kalo ga lupa, hehe).

Sibuk ngurusin smua yg diminta, RT RW Kelurahan, smua aku jalanin sendiri, seneng aja ngurusnya, smuanya ga perlu bolak balik. Sampai di bulan ke tiga cicilan DP, smua berkas dikumpulin. Trus nunggu deh ke tahap senjutnya, wawancara dengan pihak bank. Rata-rata semua proses sama. Dari pihak developernya ngasih form wawancara dengan Bank, disini pk bank BTN ya. Nunggu lumayan lama ntuk wawancara, 1 bulan.

Satu bulan kemuaidan ditelfon developer, jadwal wawancara jatuh di hari sabtu, aku minta ntuk jadwal siang, sehabis pulang kerja. Dag dig dug, berangkat dari rumah di anter mas bro, ke BTN Perum. Sampai disana udah sepi, ada dr pihak developer, ternyata wawancaranya Cuma sebentar banget, 5 menit aja kayanya. Pertanyaan bener-bener sama dengan form yang pernah dikasih dari pihak developer. Nunggu hasilnya aja deh…

Seninnya dapet telfon lagi, hasil wawan cara mengharuskan mensurvei tempat kerja aku, ealahh,,  padahalkan aku ga bilang sama bosse, dan pengennya tidak diketahui, yasudahlah, terpaksa ngomong deh sama Bapake alias pak bos, kalu ada yang mau wawancara. Syukurnya dia mendukung, alhamdulillah, Pihak bank dating ke kantor, interviewnya juga Cuma sebentar, terus foro-foto deh. Semoga hasilnya bagus  ya..

Nunggu lama banget, sebulan nunggu hasil, sering nelfonin developer nanya hasil, tapi hasil aku belum keluar, baru beberapa orang yang keluar, dan 1 orang yang di tolak. Haduh jd makin penasaran, KPR aku di terima atau di tolak ya. Suatu hari di telfon dr developer, KPR aku DITERIMA, wow senangnya, dan jadwal akad kredit di hari sabtu 19 Des ( dapet 1 lagi kado terindah, Makasih Yaa Allah ). Tapi sebelum akad, disuruh dating dulu ke Kantor pemasaran, ntuk tanda tangan PK atau Perjanjian Kredit, setiap halaman harus di tanda tangani.

Tibalah waktu akad kredit, wow ternyata banyak banget yang dating. Antri mesti tanda tangan dengan notaris, setiap halaman harus di tandatangani juga, itu tandatangan udah ga karu-karuan bentuknya, hehe. Terus mesti akad kredit dengan pihak Bank juga, wuih seharian prosesnya. Sebenernya sih lama ngantrinya. Kalau mau akad kredit jangan lupa bawa bekel or camilan edh, BeTe nunggu soalnya, laper pula.

Akad Kredit selesai, akhirnya terwujud juga, tapi serah terima kuncinya masih lama, 14 Februari 2016. oalah, gapapa deh, sekarang aku punya HUTANG yang gede banget, tiap bulan mesti nyicil, selama bertahun-tahun. ayo semangat mas bro,, hehe (dia yang bayar :p).

Nanti kalau sudah serah terima kunci, aku upload foto-fotonya ya, smua ada di Hp nya mas bro. kapan-kapan mau posting juga, kenapa rajin buka FB kemarin, dan daftar NPWP Online, sama satu lagi ni yang lagi dicoba, Reksadana online (imbah dari FB siy)

See you n luv you all.. J

Selasa, 27 Oktober 2015

Mewujudkan salah satu mimpi "Rumah"

Judulnya ada kata "mimpi",, karena sampai sekarang masih sebatas mimpi yang sedang diupayakan.. (semoga terwujud)
Mumpung lagi ga ada kerjaan, dan hari terakhir paketan modem (hehe,, ga penting) jadi mau ngeblog ajalah..

Rumah,, siapa sih yang ga pengen punya rumah sendiri, dari dulu waktu sebelum nikah udah pengen banget punya aset yang satu ini, tapi masih hanyanya "ingin" tanpa usaha dan upaya apapun ( ya ga mungkin dapetlah)

Pas udah nikah, kadar "ingin"nya meningkat, jadi mulai deh usaha, mulai browsing2, tanya2 tetangga yang udah ngambil rumah via KPR, diskusi sama Ibu n Mas Bro n Ibu Boss, keliling2 sekitar rumah (ternyata mahal2 euy). Ada rumah yang harganya terjangkau tapi jauhnya minta ampun.

Diskusi berkali-kali sama MasBro, jelasin panjang lebar sama Ibu, dapet penjelasan juga dari tetangga yang udah ngambil rumah yang jauh itu. Hasilnya adalah "Itung-itung buat nabung atau Invest". ya baiklah,, akhir Agustus kita ke daerah yang jauh itu, sebut saja Rajeg (menurutku jauh, karena aku dari Cipondoh). Rencanya mau bareng ke sana sama tetangga sebelah, skalian nengokin rumahnya, tapi entah kenapa dia ga jadi. Tapi Mas Bro tetep ngajakin kesana. oke berangkat...

Sebenernya siy ini bukan pertama kalinya ke sana, karena waktu kuliah udah pernah ke sana, ke rumah teman 1 geng. Jauh banget, panas, debu, sepi, kanan kiri sawah, serem, jalannya rusak, eitsss tapi itu dulu loh. Aku aja sampai kaget, sekarang sudah rame, agak macet, udah ada POM bensin, jalan sudah cor, sudah banyak perumahan bagus, udah lumayan banyak ruko. Lumayan cepet juga naik motor, 1 Jam 15 Menit udah sampai di Rajeg.

Mau kemana kita?! tujuan kita ke rumah tetangga sebelah. eh di tengah jalan malah ngeliat kantor pemasaran perumahan yang ada di olx. Perumahan rajawali, masuk n duduk sebentar, sambil istirahat sejenak, skalian nanya2. Sudah ilang pegelnya, terus langsung ke lokasi deh, ga jauh dari kantor pemasaran. Sudah ada beberapa blok rumah yang dibangun, tapi akses jalannya masih belum dibangun, dari jalan raya masih harus masuk ke dalam, lumayan juga kalau jalan kaki. eh ketemu orang dari Cengkareng, yang lagi liat2 juga. Istirahat lagi sambil ngeEs teh.

Terus lanjut jalan, ketemu lagi sama cluster rajawali, ini bukan perumahan subsidi, jadi harganya mahal (buat aku), kalau dengan harga segitu mending beli yang deket rumah Ibu aja. Lanjut nyari rumah tetangga sebelah, tapi jauh ternyata, Mas Bro udah nyerah, puter balik, nyari masjid, zuhur, terus kita pulang. Makan dulu, di RM Padang di Sepatan, tapi masih penasaran sama salah satu brosur, Puri Tamarin.  Akhirnya kita puter balik lagi deh, wuihh kebayangng dong Sepatan-Rajeg lagi, peegggeeeel... 

Di tengah jalan, ngeliat kantor pemasaran, terus ditawari + dikasih brosur, Puri Mutiara Harmoni, kita ke sana deh, salesnya sempet mau nganterin, tapi mas bro nolak dengan halus. kita kesana, lumayan jauh ya, sampai disana , rame banyak banget yang lagi survei, ada juga yang booking sore itu, kita liat rumah contohnya, Bagus, beda sama perumahan yang sebelumnya kita liat, sistem cluster, tapi banyak banget rumahnya, lebih terkonsep sepertinya, jadi kaya cluster besar gitu deh. Udah liat2, terus kita putusin buat pulang, di jalan pulang ternyata mampir lagi, ada cluster besar lagi, Rajeg Teracce, kita liat lagi deh, tanya2 lagi ke kantor pemasarannya. Udah tanya2 + dapet brosur lanjut mau pulang lagi. eh ada lagi cluster besar lagi. Grya Asri Sukamanah, masuk kantor pemasarannya, tanya2 terus keliling liat rumah + masuk ke rumah yang lagi di bangun. Numpang Sholat Ashar di Masjidnya, udah rame perumahannya, suka deh sama yang ini.

Terus pulang deh, seharian keliling Rajeg, cape, yang bikin lama tuh, karena kita udah sampai Sepatan eh balik lagi ke Rajeg. Sampai rumah Magrib, Cape + pegel, dapet beberapa brosur, tapi seneng. Malemnya diskusi sama Mas Bro & Ibu + Anggi juga (yang ngerecokin).

Mau tau kita jadi pilih yang mana, di next story aja ya, soale udah sepi, udah pada selesai kerjaannya, tinggal aku sendirian deh. see you all..

Senin, 19 Oktober 2015

SeaWorld Ancol

Jalan-Jalan...
Mumpung sabtu libur ( biasanya sibuk ngurusin gajiannya anak harian..)
jadi kita merencanakan jalan-jalan,,
sempet salah sambung sama fatimah, janjian mau jalan-jalan hari sabtu
dalam pikirannya mau ke seaworld, sedangkan dipikiran aku mau ke Lippo Mall Puri
dia ngajakain pagi2 berangkatnya, emanknya pagi2 lipoo udah buka,
eh pas hari sabtunya, kan mau ke seaworld. loh bukannya ke lippo? hadehhh...

akhirnya hari sabtu pagi langsung berangkat deh, jam 9 pagi. Naik KRL dari Kalideres-Duri-Kampung Bandan, harganya cukup 2.000 rupiah, uang jaminannya 10.000 yaa.. terus nyambung lagi naik mikrolet M15A turun di Gerbang Barat Ancol, kurang tau tarif pastinya berapa, tapi kita ditarikin 4.000 per orang.


Bayar tiket masuk ancolnya 25.000 per orang, sampai di dalam Ancol, ga perlu jalan kaki, karena ada bus wara-wiri yang siap nganter kita kemana aja, dan GRATIS, hehe.. turun bus wara-wiri, jalan ke Seaworld, ga terlalu jauh qo, bisa sambil foto-foto juga. Pas masuk Seaworld, ga boleh bawa makanan dan minuman (kalau ga ketauan, gapapa, hehe) karena di pintu masuk dijagain pak satpam, kaya di 21 gituh, makanan + minuman harus dititipin (kejadian sama kita yang bawa sekantong minuman). Bayar tiket masuk per orangnya 100.000,-. Kirain 90.000, sempet nyari di internet, (asal baca siy.. ) ga tau tahun berapa yang dibaca.

Di dalam Seaworld, pertama masuk lumayan terheran-heran ngeliat ikan yang gede banget, ikan raksasa amazon, WoW banget, tapi yang paling kita cari adalah terowongan aquarium, karena selama ini cuma liat di TV, jadi penasaran. Eh ketemu juga tuh terowongan, agak kurang dari expectasi aku siy, kirain gede + panjang gitu, tapi malah sebaliknya, biasa aja, agak kurang memuaskan tempatnya mungkin kurang luas, kalau di TV kenapa keliatan gede banget ya, tapi lumayan menyenangkanlah. Koleksi ikannya lumayan banyak. ada kura-kura, bintang laut dan hiu yang boleh disentuh juga.


Cuma sebentar di Seaworld, abis makan + sholat zuhur, kita naik bus wara-wiri lagi, ke beachpool alias pantai, buat nyeburin bocil si naila + anggi, biarin mereka main air sebentar. Pantainya Lumayan bersih dari sampah, tapi  kok kecil banget ya bibir pantainya, mungkin yang besar dan rame itu pantai karnaval kali yee. Oia,, kalau mau jalan-jalan bawa makan + minum dari rumah aja ya ( kalau mau hemat ) coz beli minuman disini 1 botol air mineral ( yang ga ada iklannya di TV ) aja 5.000, ada minimarket juga di sana, tapi pas coba beli air mineral juga ( merk minimarket tsb ) harga juga sama 5.000, jadi semua yang dijual di minimarket itu harga wisata juga loh.

Udah puas dan udah cape + pegel ni kaki, kita naik bus wara-wiri lagi tuk pulang, naik mikrolet lagi ke Kampung Bandan, naik kereta lagi ke Kalideres transit di Duri ( tarifnya sama kaya mau berangkat ), ambil motor di parkiran, bayar parkir 4.000 per motor.

itu cerita jalan-jalan aku kali ini, meski ga sesuai bayangan tapi lumayan menyenangkan. Jadi 1 orang  kurang lebih butuh 150.000 lah. untuk ke Seaworld Ancol. ( makan + minum bawa sendiri ya )