Senin, 08 Januari 2018

Mengenal Emosi Bayi

Hari ini saya hanya mengamati si bayi kecil. Emosinya terutama, dia menangis ketika ada saya, lebih rewel, mungkin karena kita berpisah beberapa jam. Saya hanya memeluknya, sambil bilang dede kangen ya, sesudah itu dia diam, dan main lagi. Kadang tertawa kalau hatinya senang.
Dia lagi susah makannya, tapi saya tetap menyuapi, kadang dia kesal ketika disuapi dan menggigit sendok makannya. Hihi, saya jadi tau emosinya lagi. Bahkan sekarang kalau dilarang dia suka berteriak, marah dan tidak suka.


Bayi kecil ini sedang belajar menunjukkan segala bentuk emosi yang dia rasa. Terkadang lucu melihatnya bahkan gemas dibuatnya. Dan aku masih harus belajar memahami emosi tersebut dan cara menanganinya. Dan ini perjuangan ditengah kondisi tubuh yang kurang sehat. Semoga selalu bisa tetap sabar dan tersenyum dengan segala bentuk luapan emisi si kecil.

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Minggu, 07 Januari 2018

Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Hari minggu, uwau hari yang sangat sulit untuk pegang hp, jadi sulit juga niy bikin laporan tantangan 10 harinya. Karena proyek kami adalah membersamai bayi kecil kami, jadi kali ini sama aja siy seperti minggu-minggu sebelumnya, hari minggu pagi kami pergi jalan-jalan santai bersama si kecil tak perlu jauh-jauh ke taman dekat rumah saja. Sambil nyuapin sarapannya, karena dia sudah bisa berjalan meski dengan gaya maboknya, jadi ayahnya yang jagain dan aku bertugas nyuapin makanannya. Dan habis Alhamdulillah.

Main di taman

Pulang ke rumah, kamar berantakan, dan sudah saatnya ganti sprei, aku siapkan spreinya dan ayahnya yang mengganti, aku menyusui si bayi yang belum nyusu sejak bangun pagi. Hasilnya, yah harap maklumlah, hihi, tapi setelah selesai si bayi langsung naik ke kasur dan ketawa senang main diatasnya.

Saatnya menyetrika pakaian, kali ini aku yang mengerjakan sedangkan pak suami yang membersamai si kecil. Main di kamar sampai akhirnya ketiduran saat aku selesai menyetrika. Dan sepenuh hari libur ini, kami bersama si bayi di tambah dengan kerjaan rumah yang selesai semua. Lelah tapi menyenangkan.

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Sabtu, 06 Januari 2018

Menghitung Uang

Pagi ini, masih ngusel dikasur, eh si tante dateng, nitipin uang kontrakan. Langsung sekalian aja menstimulus si kecil dengan berhitung. Dikasih ke si bayi, dia acak-acaklah itu uang. Terus aku ambil 1 per 1,sambil ku hitung 1 sampai sepuluh seriap lembarnya lalu ku tumpuk di satu sisi. Dan di acak-acak lagi sama dia. Terus diberikan kembali beberapa lembar, dan mulai ku kumpulkan dan ku hitung ulang. Sampai beberapa kali seperti itu, dan kemudian bosanlah dia ngajak keluar deh.

Bukan bermaksud ngajarin anak kecil tentang uang atau financial, tapi disini coba belajar berhitung, biar lebih familiar sama 1 sampai 10, kemudian juga belajar memindahkan sesuatu dari 1 sisi ke sisi lainnya.



#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Jumat, 05 Januari 2018

Memetik Bola

Project kita yaitu membersamai si bayi kecil, menstimulasi untuk meningkatkam kecerdasannya sesuai dengan usianya. Belajar sambil bermain, membuat seseuatu yang menyenangkan. Kali ini kami main petik bola. Inspirasi dari buku RMA1.

Bentangkan lakban, kami pilih dijendela. Kemudian kami tempel bola berwarna warni, si bayi kecil ini tugasnya hanya memetik bola. Sesekali kami teriakan nama warna dari bola yang berhasil dia petik. Saat dia berhasil memetiknya, dia tertawa. Melatih otot kakinya agar semakin kuat berdiri (dia sudah bisa berjalan loh, meski masih gaya mabok 😁) dan sekalian mengenalkan warna.

Ayo petik bolanya

#tantangan_hari_ke..
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Kamis, 21 Desember 2017

Aliran Rasa : Melatih Kemandirian Anak

Pada tugas kali ini aku memasang target yang lebih tinggi dari kemarin, yaitu melakukan dan membuat laporan secara 15 hari secara berturut-turut. Mood yang naik turun, ide yang mentok untuk dipraktekkan, praktek yang  gagal, emosi yang terselip, solusi yang salah. Hmm semua itu muncul dalam usahaku untuk mencapai target. Tapi niat dan tekad yang kuat akhirnya bisa membuat ku mencapai target tersebut.

Melatih kemandirian pada anak, bingung ya, karena anakku masih tergolong bayi, dan masih sangat sulit untuk diajak berkomunikasi, apalagi bekerjasama . Jadi aku hanya bisa merancang tema, isinya ya terserah anak mau melakukan apa. Ga jarang malah keluar dari garis tema yang ada.  Dalam prakteknya juga ga hanya aku berdua sama si bayi, tapi ada ayahnya si bayi, hmm kadang suka susah diajak kerjasamanya juga. Malah kadang suka bikin terbawa emosi. Jadi keinget terus deh sama materi sebelumnya, “Komunikasi Produktif”. Alhasil di tantangan kali ini, sambil melanjutkan tantangan materi sebelumnya deh. Semoga bisa lulus, dan menjadi kebiasaan yang baik buat keluarga kecil kami.

Hari bersamanya

Tapi setiap habis melakukan praktek-praktek bersama si bayi, kadang dari situlah aku banyak belajar, sedikit mengambil atau menyangkutpautkan dengan kehidupan bayi dan orang dewasa siy. Misal si bayi yang lagi belajar berjalan, dia ga akan berhenti karena terjatuh, malah akan bangun dan mencoba lagi. Pelajaran buat orang dewasa juga kan?! Kalau gagal jangan berhenti, tapi coba lagi, yakin saja suatu saat pasti berhasil.

#gamelevel2
#aliranrasa
#kelasbunsayiip
#melatihkemandirian

Kamis, 14 Desember 2017

Melatih Kemandirian dan Kesabaran

Huft ini adalah hari ke 15, semoga target pribadi mengumpulkan tantangan selama 15 hari secara berturut-turut bisa tercapai. Meskipun semangat yang naik turun, ide yang hilang timbul, tapi akhirnya sampai juga di hari ini.

Pagi ini sarapan si bayi tetap tanpa digendong, tapi ku suguhkan kembali bersama video lagu anak via hp ku. Hal ini lah yang membuat aku berdebat sama ayahnya. Karena dihari sebelumnya aku share tentang bahaya gadget untuk bayi dibawah 2 tahun. Ayahnya langsung bilang kalau aku ga konsisten. Aku pun berargumen biar anaknya makan. Tetap aja siy emank aku yang salah, tapi tetap hati ini kesal, coba aja deh 1x aja nyuapin anaknya makan, pasti akan mengerti. Seakan dia terus menyalahlan aku, aku jadi tambah emosi. Si bayi jadi kebawa-bawa deh sama keselnya aku. Duh jadi menyesal, saat menyusui aku bilang,"dede maaf ya, tadi unda jadi kesel juga sama dede". Si bayi tertawa aja melepas nen. Meleleh deh.

Hari ini emaknya yang mau mandiri nih. Sebelumnya sempat minta tolong suami buat bikin form di gdocs. Tapi aku coba aja sendiri, berbekal link yang dikasih oleh bunda Dewi, fasilitator kelas bunsay ku. Ku rancang dulu apa yang mau ku tulis, lalu ku buka linknya dan membuatnya deh. Ealah jaringannya malah naik turun. Sabar-sabar, dicoba lagi nanti deh ya. Akhirnya aku putuskan buat nulis laporan tantangan hari ini aja deh. Entah bisa di posting hari ini atau ga.


Saat kita ingin melakukan sesuatu yang baik, pasti selalu saja ada tantangannya. Salah satunya ya dengan hal-hal yang menguji kesabaran. Semoga aku selalu bisa istiqomah dan sabar ya.

#harike-15
#tantangan10h
#level2
#kelasbunsayiip
#melatihkemandirian

Rabu, 13 Desember 2017

Jangan Over Protektif

Sarapan pagi ini dilalui tanpa drama, tanpa digendong dan tanpa video anak. Yeay... dia hanya duduk sambil main tumbler kosong. Awalnya ku berikan sebuah buku, dibolak-balik dan kemudian bosan. Minta di bukakan tutup tumblernya dengan perintahnya yang unik "uh uh uh", setelah ku bukakan dia mencoba untuk menutupnya kembali. Dari semua percobaan yang dia lakukan tak satu pun berhasil. Belum berhasil tepatnya karena tenaganya yang belum kuat menekan tutup tumbler tersebut.

Setelah selesai sarapannya, aku masih punya waktu untuk bermain dengannya. Jadi kubiarkan saja ia bermain di depan kamar dengan balon gas yang sudah tak sanggup lagi untuk terbang. Dibawa balonnya kesana kemari, dipukul, saat balin bergerak dia tertawa riang. Kadang berdiri dan berjalan untuk mengambil balonnya dan kadang merangkak dengan cepat. Aku hanya mendampinginya saja dari jarak yang tak lebih 2 meter, sambil sesekali melemparkan balon tersebut agak jauh darinya. Dengan tujuan dia berjalan atau merangkak mengambil si balon. Eh tapi karena ayahnya pun masih punya waktu bersama kita, alhasil saat anaknya berdiri langsung digendong, saat anaknya merangkak cepat langsung diangkat. Ohh ayah yang protektif. Alasannya"nanti jatuh yank, nanti kejedot yank". Jadi gemes sama ayahnya, begini ga boleh, begitu ga boleh. "Gapapa yah, jadinya kan dia bisa belajar", jawabku.

Susahnya memfoto bayi yang lagi aktif

Meskipun waktu bersama kita terbatas. Tapi tak membatasi kasih sayang kami padamu de. Luv u..

#harike14
#tantangan10hari
#level2
#kelasbunsayiip
#melatihkemandirian