Sabtu, 03 Februari 2018
Bermain Peran
Pagi ini mendung, bikin mager, etapi harus tetap semangat, hari sabtu masih harus kerja, nasib liburnya cuma minggu doank. Harus tetap semangat juga buat bikin laporan T10Hnya.
Kali ini kita belajar tentang apa ya namanya, mungkin bermain peran. Ayahnya bermain peran, dia bertindak sebagai lumba-lumba. Badannya naik turun, tangannya di atas kepalanya. Rachel tertawa geli melihatnya, terus tertawa. “Ayah jadi lumba-lumba de, cut cut cut”. Emang begitu ya bunyi lumba-lumba, pikir ku. Terus ganti lagi jadi kucing, jadi anjing, dengan tetap menirukan gerak dan suara hewan-hewan tersebut. Sepertinya anaknya bahagia melihatnya, tertawa terus. Dan akhirnya si kecil kami pun mengikuti ayahnya, menirukan gerakan lumba-lumba, meski tak bisa naik turun, dan hasilnya langsung tengkurep di bantalnya. Kami tertawa melihatnya.” Wah dede pinter ya”.
Sekecil apapun yang dia lakukan tetap harus diapresiasi. Sampai saat ini aku belum tau gaya belajar anakku. Mungkin karena dia masih terlalu kecil. Jadi belajar adalah bermain. Bermainnya pun masih belum bisa diatur dia harus apa, dan dia harus bagaimana. Semua masih terbebaskan, masih semaunya dia. Kami hanya bisa mengawasi, tapi kadang mengarahkan juga siy. Semoga tetap bisa terus membersamainya.
#harike-3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Jumat, 02 Februari 2018
Kenalan Sama Warna
Wah ternyata susah konsisten untuk kirim tugas di pagi hari, hari ini kerjaan kantor padat merayap. Baru bisa nulis laporan tugas ini selepas istirahat deh. Entah postingnya kapan, semoga sebelum pulang sudah bisa diposting.
Kali ini mau share tentang belajarnya dede Rachel, belajar tentang warna. Sebenernya udah lama kepingin main dan belajar tentang ini. Tapi emaknya ini males banget buat mewujudkannya. Akhirnya sore selepas pulang kerja, mampirlah ke tukang fotocopy buat beli cat lukis yang di tube kecil-kecil. Ternyata harganya murah ya, Cuma Rp. 9.000,- saja. Emaknya girang bawa itu cat, sampai dirumah, ritual seperti biasa, mandi terus nyuapi makan. Alhamdulillah kali ini makannya cepat habis, jadi kita masih punya waktu buat berkreasi. Langsung saja emaknya ini ngambil kertas dan cat lukisnya itu, terus bikin buletan catnya, oh lahdalah salah teknik di tube pertama, cat muncrat semua ke tangan ku. Selanjutnya sudah tau caranya. Terus masukin kertasnya ke plastik dan lakban deh.
Setelah jadi, aku mencoba memberikannya contoh, eh bocahnya malah langsung merebut aja, dibejek, diremes, digigit, dijilat, yoweslah de, sakarepmu mau diapain, eh ada anak tetangga juga yang ikutan main di rumah, karena bikinnya cuma satu, alhasil itu anak mau ikutan juga, tapi karena dede Rachel daya juangnya tinggi, jadi dia tak mau melepaskan hasil karyanya itu. Begitu sudah lumer semua cat dalam plastik. Dia bolak balik kertas yang penuh dengan cat, dia lihat atas bawahnya, terus ketawa, kabur deh. Aku hanya memperhatikan sambil tersenyum.
Semoga hidup mu penuh dengan warna-warna cerah ya de.
![]() |
| Penasaran sama yang di dalam plastik |
#harike-2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Kamis, 01 Februari 2018
Baca Yukz..
Patner kali ini sama dede Rachel, kita baca buku. Sebenarnya udah sering baca buku bersama. Tapi kali ini disambi mengamati, apa yang dia lakukan saat aku bacakan buku. Siang jam istirahat kantor, seperti biasa pulang kerumah, buat makan siang, sholat,nyuapin si kecil dan nen hehe. Di tempat tidur udah penuh dengan buku, pastinya dia abis mainin buku-bukunya sama neneknya. Aku ambil satu buku yang berjudul “Aku Sayang Ayah Bunda” dari seri Little Abid. Aku bacakan, Awalnya dia yang lagi menyusu, langsung melepas susunya dan ikut memegang bukunya. Aku terus membacakan buku halaman demi halaman, dan si kecil ini menyimak dan mendengarkan suara ku sambil sesekali menyusu. Entah dia mengerti atau tidak dari yang ku bacakan. Aku terus saja membacakan sampai halaman terakhir. “Habis”, kataku dan dia tersenyum lanjut nyusu lagi.
Sesudah selesai menyusu, dia keluar kamar membawa bukunya. Mengambil benda-benda disekelilingnya, dan melupakan bukunya. Semoga ini jadi awal yang baik untuk berkenalan dengan buku ya de.
![]() |
| Abis baca buku, terus ngaca 😊 |
#harike-1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Sabtu, 27 Januari 2018
Aliran Rasa : Level 3
ALIRAN RASA : MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAN HIDUP
Pada tantangan level kali ini, prestasiku turun jauh. Tak sesuai target. Karena kondisi kesehatan yang kurang bagus, mesti bolak-balik dokter. Jadi sangat sulit untuk mempraktekan tantangan atau proyek keluarga, jadi sulit juga untuk menulis laporannya. Pengaruh obat juga, jadi bawaannya mau tidur terus. Halahh alesan ajah ya aku, hihi.
Tapi tetep berusaha tuk setor laporan. Walaupun mungkin ga maksimal. Proyek kami adalah membersamai putri kecil kami. Berbagai cara kami lakukan, meskipun waktu yang kami punya terbatas bersamanya, tapi setiap hari kami selalu memanfaatkan waktu tersebut untuk membersamainya dengan berbagai cara. Harapan kami, semoga kami bisa terus membersamainya dengan cara yang lebih berkualitas pastinya. Kami pun akan terus belajar dan memfasilitasi agar lebih baik. Managemen waktu juga harus diperbaiki. Sungguh sulit buatku, dirumah membagi waktu untuk membersamainya dan pekerjaan rumah. Inilah tantangan ku, semoga bisa diatur tanpa harus kehilangan waktu bersama putri kecil ku.
Di tantangan level selanjutnya, semoga bisa jauh lebih baik dari yang kemarin. Dan aku juga bertugas jadi korlan, semoga bisa menjalankan tugas dengan baik juga. Aku akan berusaha walaupun sebenarnya masih harus banyak belajar. Wong bikin form aja masih berantakan. Haduh, pasti aku akan banyak bertanya niy, semoga bun Dewi, Fasilitator ku bisa membantu menjawab semua pertanyaan yang tak ku mengerti.
#gamelevel3
#bundaSayang
#MeningkatkanKecerdasan
#KuliahBunSayIIP
Kamis, 18 Januari 2018
Kurang Sehat Namun Tetap Semangat
Dia masih aktif, mendengar lagu tayo dan babyshark, badannya masih ikut bergoyang mengikuti gerakan ayahnya. Kadang ayahnya menjadi kodok, dengan mengeluarkan suara khas kodok, sambil menggerakan tangannya. Si kecil hanya melihat dan memperhatikan. Aku pun demikian, sambil mikir, ternyata video yang ku tonton beberapa waktu lalu benar adanya. Tubuh orang tua bisa dieksplore menjadi mainan anak dan itu adalah mainan terbaik buat anak. Aku sampaikan ini pada ayahnya, dan dia bahagia, “berarti aku benar ya”.
Si kecil yang agak lemas meminta membuka kotaknya, kotak yang berisi buku-bukunya. Dia mengeluarkan sebagian bukunya, membuka dan minta di bacakan. Ayahnya dengan senang hati, tidak membacakan tapi mengarang cerita bebas yang masih bersangkutan tentang tema tersebut. Si kecil kami memperhatikan gambar yang ada dibuku. Saat ayahnya berhenti bercerita, dia ambil buku yang lain dan meminta dibacakan kembali dengan perintahnya yang masih khas “uh uh !”. Kadang sesekali dia mengucap “ i-a i-o”, kemudian dia tersenyum. Kami bahagia melihatnya. Sehat terus ya de !
![]() |
| Sehat ya de.. |
#tantangan_hari_ke10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Selasa, 16 Januari 2018
i-a i-u i-o
Karena si kecil sudah bisa berjalan, tapi belum pandai berbicara, jadi ini merupakan tugas kami selanjutnya, meningkatkan kecerdasannya dalam berkata. Kata yang diucapkannya masih belum bermakna. Masih suka dengan perintahnya yang khas “ uh uh”. Mengajarkannya kata sederhana, ayah – bunda – ibu – mbah – makan – minum. – kakak. Hasilnya, belum ada yang bisa, masih dengan perintah yang sama “uh uh”. Tapi kalau manggil ayahnya, “ah” itu artinya ayah. Aku suka berucap A-I-U-E-O dia hanya memperhatikan mulutku, tidak meniru, hanya mendengarkan dan beberapa kali seperti itu. Sampai suatu ketika dia berucap sambil berjalan, i-a i-u –i-o, dan itu terus berulang. Aku Tanya “apa de? AIUEO”, dan dia mengulangnya, “ i-a i-u i-o”. Semua tertawa mendengarnya.
Membersamai anak membuat kami juga ikut belajar, belajar mengerti apa yang dia inginkan dan dia butuhkan. Semoga suatu saat nanti dia dapat mengeluarkan kata yang penuh makna manfaat, untuk dirinya dan orang banyak.
![]() |
| Sambil jalan sambil ngoceh i-a i-u i-o |
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Senin, 15 Januari 2018
Sayang mbah uti
Seperti biasa kalau hari libur, adalah jadwal cucu bertemu neneknya. Jadi hari minggu kemarin kami mengunjungi mbah uti. Tapi seperti biasa juga, si bayi tak mau di gendong selain sama emaknya ini. Pas datang dia ga mau lepas dari gendongan, di tegur mbah nya pun langsung cranky. "Dede itu mbah, sayang mbah", kataku mencoba berkomprod sama si bayi.
Semua butuh waktu, pelan-pelan tapi pasti akhirnya si bayi mau juga turun dari gendongan, jalan kesana kesini, tapi pas dideketin mbahnya dia cranky lagi. Ayahnya yang berusaha nenangin, dia duduk dekat mbahnya, si bayi cuma liat-liat aja awalnya,eh akhirnya mau juga dipegang dan dipeluk mbahnya. Disuapin, diajak main, disiruh sayang mbahnya.
Semua memang butuh proses, kali ini si bayi belajar tentang perasaan dan kami tidak bisa dan tidak akan memaksa. Kami hanya berusaha dan akan terus membersamai anak kami. Membiarkannya dia menangis buat kami adalah suatu pembelajaran juga, biar emosinya mengalir.
#tantangan_hari_ke8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa





